ON THE JOB TRAINING (OJT) PENANGANAN KEGAWATDARURATAN MATERNAL DAN NEONATAL PUSKESMAS KEMANGKON

Kegiatan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal (GADARMATNEO) dilaksanakan pada hari Senin sampai Sabtu tanggal 4–9 Mei 2026 bertempat di RSUD Goeteng Taroenadibrata tepatnya di ruang Kamar Bersalin dan Perinatologi. Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan yang terdiri dari dr. Rino Prawijaya, Ns. Rofi Ali Nurgi, S.Kep, dan bdn. Mugiatiningsih, S.Tr.Keb. Kegiatan GADARMATNEO dilaksanakan sebagai upaya peningkatan kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani kondisi kegawatdaruratan maternal dan neonatal secara cepat, tepat, dan terintegrasi guna menurunkan angka morbiditas maupun mortalitas pada ibu dan bayi baru lahir.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai berbagai kondisi kegawatdaruratan yang sering terjadi pada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, maupun neonatus. Materi maternal yang diberikan meliputi penanganan perdarahan antepartum dan postpartum, preeklamsia dan eklamsia, partus lama, distosia, syok hipovolemik, infeksi maternal, serta tata laksana rujukan maternal. Selain itu, dilakukan pula pembahasan mengenai pemantauan kondisi ibu menggunakan partograf dan pentingnya stabilisasi jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi pada pasien maternal dalam kondisi gawat darurat.

Pada materi neonatal, peserta mempelajari penanganan bayi baru lahir dengan asfiksia, bayi berat lahir rendah (BBLR), hipotermi, hipoglikemia, infeksi neonatal, hingga tata laksana resusitasi neonatus sesuai prosedur yang berlaku. Materi juga menekankan pentingnya respon cepat, ketepatan tindakan, serta kolaborasi antar tenaga kesehatan dalam menangani bayi baru lahir dengan kondisi kritis agar komplikasi dapat dicegah sedini mungkin.

Kegiatan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan kemampuan klinis, keterampilan teknis, dan kemampuan komunikasi tim di ruang maternitas dan perinatologi. Dengan adanya kegiatan GADARMATNEO diharapkan seluruh tenaga kesehatan mampu memberikan pelayanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal yang optimal, profesional, serta berorientasi pada keselamatan pasien.

PELATIHAN TEKNIS IMPLEMENTASI FLEKSIBILITAS  BADAN LAYANAN UMUM DAERAHTAHUN 2026

Pelatihan Teknis  Implementasi  Fleksibiltas Badan Layanan Umum Daerah dilaksanakan pada Hari Selasa sampai dengan Kamis tanggal 28-30 April 2026 di Hotel Java Heritage Purwokerto.  Peserta Pelatihan terdiri dari Akuntan, Bendahara BLUD. Acara pelatihan bekerja sama dengan LPPSP Universitas Indonesia dihadiri oleh Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Purbalingga dalam hal ini diwakili oleh Kabid Renkeu Ibu dr. Dyah Kurniasih dan Akuntan Ibu Hevrian  serta tim dari LPPSP Universitas Indonesia.

Tujuan dari pelatihan teknis implementasi dan felksibilitas Badan Layanan Umum salah satunya adalah meningkatkan kapasitas peserta dalam mengimplementasikan fleksibilitas BLUD dan sistem pengelolaan BLUD Puskesmas secara tepat dan sesuai regulasi, sehingga akan mendorong terwujudnya pengelolaan BLUD yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel.

Dalam pelatihan ini juga dilakukan pengecheckan progress inputan Laporan Keuangan dari Bulan Januari-Maret 2026. Selain itu juga zoom dengan kementrian Dalam Negeri yang dalam hal ini diwakili oleh Bapak Wisnu sebagai Narasumber tentang fleksibilitas BLUD. Beliau berpesan supaya semua instansi yang terkait dengan BLUD seperti Bakeuda, Bappeda, Inspektorat, juga harus paham dengan Badan Layanan Umum Daerah.

PENETAPANROLE MODEL PUSKESMAS KEMANGKONTAHUN 2026

(15 April 2026) Dalam rangka mendukung pelaksanaan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) UPTD Puskesmas Kemangkon, maka dilakukan perubahan secara bersungguh – sungguh dan berkelanjutan di lingkungan Puskesmas Kemangkon. Untuk menggerakan birokrasi pemerintahan yang profesional, diperlukan agen perubahan birokrasi dan role model yang dapat mengubah pola pikir dan budaya kerja di lingkungan Puskesmas Kemangkon.

Berdasarkan kriteria di atas Tim Kerja Pembangunan ZI Puskesmas Kemangkon mengusulkan Bpk Maksum, S.Kep.Ns sebagai Role Model Pembangunan ZI Puskesmas Kemangkon Tahun 2026. Bpk Maksum sebagai role model yang menjadi contoh perilaku nyata dari pimpinan untuk merubah tindakan serta perilaku karyawan di lingkungan Puskesmas Kemangkon. Diharapkan pula beliau dapat mengawal komitmen karyawan Puskesmas Kemangkon untuk menyelenggarakan pelayanan sesuai standar pelayanan yang berlaku demi mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.

APEL PAGI KARYAWAN PUSKESMAS KEMANGKON

Selasa (10/4/2026) Puskesmas Kemangkon rutin menyelenggarakan apel pagi setiap hari sebagai sarana untuk koordinasi semua kegiatan di Puskesmas. Apel pagi karyawan / karyawati Puskesmas Kemangkon pagi ini perdana dipimpin oleh Bpk Maksum, S.Kep Ners selaku Plt Kepala Puskesmas Kemangkon menggantikan Bpk Suharno SKM yang telah memasuki masa purna tugas. Dalam amanatnya beliau meminta dukungan dan kerjasama seluruh karyawan dalam memimpin Puskesmas Kemangkon. Selain itu, Bpk Maksum juga menyampaikan tentang monitoring 3 program yang menjadi fokus penting dalam monitoring Kadinkes setiap hari Senin melalui zoom meeting yaitu Program CKG, Program Pengendalian TB, dan Program Imunisasi. Dengan dukungan seluruh karyawan diharapkan ketiga program tersebut mendapatkan hasil cakupan yang baik setiap minggunya.

PENGGALANGAN KOMITMEN BERSAMA LINSEK DENGAN PUSKESMAS KEMANGKON TAHUN 2026

Lokmin Linsek atau Lokakarya Mini Lintas Sektor di Puskesmas adalah pertemuan rutin yang melibatkan petugas Puskesmas dan sektor terkait untuk meningkatkan kerjasama, memantau cakupan pelayanan, dan membina peran serta masyarakat. Tujuan utamanya adalah meningkatkan fungsi Puskesmas melalui kolaborasi lintas sektor dalam menangani masalah kesehatan di wilayah kerja Puskesmas.

Pada hari Selasa, 31 Maret 2026 diselenggarakan Lokakarya Mini Lintas Sektoral Puskesmas Kemangkon yang dipimpin oleh Bapak Suharno, SKM selaku Kepala Puskesmas Kemangkon sekaligus menjadi acara perpisahan Bpk Suharno yang akan menjalani masa purna tugas. Kegiatan dilaksanakan di aula Puskesmas Kemangkon, mengundang Forkompimcam se-Kecamatan Kemangkon yaitu Camat Kemangkon, Danramil Kemangkon, Kapolsek Kemangkon, Kepala UPT, Tim Penggerak PKK dan Kepala Desa dari 19 desa yang ada di Kecamatan Kemangkon. Pada kesempatan itu terdapat Komitmen Bersama Linsek dengan Puskesmas Kemangkon, yang salah satu isi dari Komitmen Bersama Linsek tersebut adalah kesediaan Forkompimcam se-Kecamatan Kemangkon untuk tetap mendukung pembangunan zona integritas di Puskesmas Kemangkon.

BINTEK ZONA INTEGRITAS (ZI) PUSKESMAS KEMANGKONTHN 2026

Pada Senin, 4 Mei 2026 telah dilaksanakan kegiatan Bintek  Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (ZI WBK/ WBBM) di Puskesmas Kemangkon. Acara dihadiri oleh Ibu Kartika Rina, S.Sos MPA (Kabag Organisasi Setda Kabupaten Purbalingga) , Ibu Yekti Lestari Wuryaningsih, SE M.Si dari Inspektorat Kabupaten Purbalingga dan Ibu Fita Rahmawati sebagai penyuluh anti korupsi yang menjadi narasumber Bintek ZI.

Tujuan dilakukan Bintek ZI ini adalah untuk memberikan pemahaman terhadap pemenuhan dokumen yang harus disiapkan sesuai instrumen ZI dalam rangka Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi Dan Wilayah Birokrasi Bersih Dan Melayani (WBK/WBBM). Zona Integritas (ZI) adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

REVIEW TIM KERJA PEMBANGUNAN ZI PUSKESMAS KEMANGKON THN 2026

Pada 3 Januari 2026 telah dilaksanakan rapat review Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Puskesmas Kemangkon yang dipimpin Bpk Suharno, SKM selaku Kepala Puskesmmas Kemangkon dan diikuti seluruh karyawan Puskesmas Kemangkon. Dalam rapat ini ditetapkan dr.Rengganes Sekar Langit menjadi Ketua Tim Kerja Pembangunan ZI tahun 2026. Susunan keanggotaan Tim Kerja Pembangunan ZI akan direview karena ada beberapa karyawan yang pindah tugas ke Puskesmas Kemangkon 2.

Dokter Rengganes Sekar Langit selaku Ketua Tim Kerja Pembangunnan ZI yang baru meminta dukungan seluruh Tim Kerja Pembangunan ZI Puskesmas Kemangkon dalam pelaksanaan tugas barunya. Dokter Rengganes juga menyampaikan arahan bahwa dalam pembangunan ZI diperlukan semangat kolaboratif dan peran aktif dari seluruh anggota Tim untuk selalu menjaga serta menyebarkan pesan anti korupsi dan selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada Pengguna Layanan.  

RAPAT TINJAUAN MANAJEMEN PUSKESMAS KEMANGKON

Untuk memperbaiki mutu diperlukan komitmen bersama seluruh karyawan Puskesmas Kemangkon dengan dukungan penuh pihak manajemen. Diperlukan adanya forum yang dapat menjadi daya ungkit bagi percepatan peningkatan mutu pelayanan yang dapat mempertemukan seluruh komponen sistem manajemen mutu untuk meninjau kinerja sistem manajemen mutu dan kinerja pelayanan / penyelenggaraan kegiatan Puskesmas. Pada Kamis, 16 Desember 2025 Puskesmas Kemangkon telah menyelenggarakan RTM kedua di Tahun 2024 dipimpin oleh drg.Linda Herliantina selaku PJ Mutu Puskesmas Kamangkon.RTM ini dihadiri oleh Ibu Roesmiyati dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga. Rapat Tinjauan Manajemen membahas perubahan yang perlu dilakukan. Pembahasan dalam RTM menghasilkan rekomendasi untuk melakukan perubahan yang mengarah pada perbaikan. Hasil pertemuan harus ditindaklanjuti, yang dituangkan dalam dokumen perencanaan Puskesmas. Berdasarkan rekomendasi yang dihasilkan dalam RTM, direncanakan kegiatan tindak lanjut perbaikan yang dituangkan dalam dokumen perencanaan Puskesmas

PENGGALANGAN KOMITMEN KARYAWAN PUSKESMAS KEMANGKON

Sabtu (22 November 2025) Penggalangan Komitmen Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien untuk karyawan Puskesmas Kemangkon dibuka oleh Kepala Puskesmas Kemangkon Bp.Suharno, SKM dalam acara Capacity Building Dalam rangka Peningkatan Mutu Pelayanan Karyawan Puskesmas Kemangkon yang diadakan di Solo. Dalam arahannya beliau menyampaikan bahwa Penggalangan Komitmen Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien untuk karyawan ini merupakan rangkaian kegiatan mutu Puskesmas Kemangkon. Rangkaian kegiatan peningkatan mutu harus dilaksanakan secara berkesinambungan dan terus-menerus.

Latar belakang perlu adanya Penggalangan Komitmen adalah sebagai berikut :

  • Puskesmas harus membuat komitmen untuk melakukan upaya untuk menjaga mutu pelayanan
  • Puskesmas wajib menerapkan standar dalam penyelenggaraan pelayanan sebagai bagian dari budaya mutu dan keselamatan pasien
  • Puskesmas juga harus tetap melakukan upaya untuk memenuhi capaian kinerja sesuai target SPM bidang kesehatan dan mensukseskan program prioritas nasional
  • Puskesmas juga harus melaksanakan upaya untuk mencegah dan mengendalikan infeksi bagi pasien, petugas, pengunjung dan masyarakat
  • Mutu dan kinerja pelayanan perlu diupayakan untuk ditingkatkan secara berkesinambungan. Oleh karena itu umpan balik dari masyarakat dan pengguna pelayanan Puskesmas secara aktif diidentifikasi sebagai bahan untuk penyempurnaan pelayanan Puskesmas

WORKSHOP MFK PUSKESMAS KEMANGKON

Pada 18 November 2025 diselenggarakan Workshop MFK untuk karyawan Puskesmas Kemangkon. Wokshop Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) Puskesmas bertujuan meningkatkan pemahaman staf dalam mengelola lingkungan fisik, keamanan, alat kesehatan, serta sistem utilitas untuk menjamin keselamatan pasien, petugas, dan pengunjung. Pelatihan ini mencakup manajemen bahan berbahaya (B3), keselamatan kebakaran, dan kedaruratan. Pada kesempatan ini, dilakukan Pelatihan Penggunaan APAR dengan petugas Damkar Purbalingga sebagai narasumber.

Tujuan pelatihan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) adalah membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan teknis untuk mengenali jenis kebakaran, memilih media pemadam yang tepat, dan menggunakan APAR secara aman, cepat, dan efektif saat menangani kebakaran kecil. Pelatihan ini bertujuan membangun budaya keselamatan, mengurangi risiko fatalitas, serta memastikan kesiapsiagaan darurat di tempat kerja maupun lingkungan